Pasar handheld gaming PC semakin memanas, dan semua mata kini tertuju pada perangkat terbaru dari ASUS. Banyak gamer yang mencari review ASUS ROG Ally 2 performance test untuk melihat sejauh mana peningkatan yang ditawarkan dibandingkan generasi sebelumnya. Apakah perangkat ini benar-benar mampu menjalankan game AAA dengan lancar di resolusi tinggi? Dalam artikel mendalam ini, kami akan membedah setiap aspek performa, mulai dari benchmark sintetis hingga pengujian nyata di lapangan untuk menjawab keraguan Anda.
- Spesifikasi Utama ASUS ROG Ally 2
- Hasil Benchmark Sintetis (Time Spy & Fire Strike)
- Review ASUS ROG Ally 2 Performance Test: Game AAA
- Kemampuan Emulasi dan Game Retro
- Manajemen Termal dan Kebisingan Kipas
- Daya Tahan Baterai dalam Berbagai Mode
- Perbandingan dengan Steam Deck dan Legion Go
- Kesimpulan: Apakah Layak Dibeli?
Spesifikasi Utama ASUS ROG Ally 2
Sebelum masuk ke angka-angka teknis dalam review ASUS ROG Ally 2 performance test, penting bagi kita untuk memahami apa yang ada di balik kap mesinnya. ASUS tidak hanya memberikan penyegaran kosmetik, tetapi juga peningkatan pada komponen vital yang mempengaruhi frame rate dan stabilitas sistem.
Jantung dari perangkat ini adalah prosesor AMD Ryzen Z1 Extreme (atau varian Z2 yang dirumorkan) yang telah dioptimalkan untuk efisiensi daya yang lebih baik. Dengan arsitektur Zen 4 dan grafis RDNA 3, perangkat ini menjanjikan performa per watt yang lebih tinggi. Selain itu, peningkatan pada kapasitas RAM menjadi 24GB LPDDR5X memberikan ruang lebih bagi GPU terintegrasi untuk mengalokasikan VRAM tanpa mengorbankan memori sistem.
- Prosesor: AMD Ryzen Z1 Extreme / Z2 Series
- GPU: AMD Radeon Graphics (RDNA 3 Architecture)
- RAM: 24GB LPDDR5X 7500MHz
- Penyimpanan: Up to 1TB M.2 2280 NVMe PCIe 4.0 SSD
- Layar: 7-inch FHD (1920 x 1080) 120Hz, 500 nits, VRR Support
Hasil Benchmark Sintetis (Time Spy & Fire Strike)
Dalam pengujian standar industri menggunakan 3DMark, review ASUS ROG Ally 2 performance test menunjukkan angka yang impresif. Pada mode Turbo (25W-30W), skor Time Spy mencapai angka yang melampaui rata-rata laptop gaming entry-level dari beberapa tahun lalu.
Skor grafis yang dihasilkan menunjukkan peningkatan sekitar 15-20% dibandingkan ROG Ally original. Hal ini disebabkan oleh manajemen daya yang lebih stabil dan kecepatan RAM yang lebih tinggi. Angka-angka ini memberikan indikasi awal bahwa perangkat ini tidak akan kesulitan menangani judul-judul game modern pada pengaturan grafis menengah hingga tinggi.
“Peningkatan bandwidth memori pada ROG Ally 2 menjadi kunci utama mengapa performa grafisnya terasa lebih konsisten, terutama pada game yang haus akan VRAM.”
Review ASUS ROG Ally 2 Performance Test: Game AAA
Inilah bagian yang paling ditunggu-tunggu: bagaimana performanya saat memainkan game berat? Kami menguji beberapa judul populer dengan berbagai konfigurasi daya.
Cyberpunk 2077
Pada resolusi 1080p dengan preset “Steam Deck” atau Medium, dan FSR diatur ke Quality, ROG Ally 2 mampu mempertahankan rata-rata 45-55 FPS di area padat seperti Night City. Jika Anda menurunkan resolusi ke 900p (yang terlihat sangat tajam pada layar 7 inci), Anda bisa dengan mudah mendapatkan 60 FPS yang stabil.
Elden Ring
Game open-world dari FromSoftware ini berjalan dengan sangat baik. Pada mode 15W (Performance Mode), kita mendapatkan 35-40 FPS yang sangat playable untuk perangkat genggam. Di mode Turbo, angka ini melonjak ke 50-60 FPS, memberikan pengalaman bermain yang mulus tanpa banyak stuttering.
Forza Horizon 5
Sebagai game yang sangat teroptimasi, Forza Horizon 5 adalah bintang dalam review ASUS ROG Ally 2 performance test kali ini. Di pengaturan High, perangkat ini mampu menembus 70+ FPS secara konsisten. Dukungan Variable Refresh Rate (VRR) pada layarnya membuat setiap pergerakan terasa sangat halus meskipun terjadi fluktuasi frame rate.
Kemampuan Emulasi dan Game Retro
Bagi banyak pengguna, handheld gaming bukan hanya tentang game terbaru, tetapi juga tentang nostalgia. Dalam pengujian kami, ROG Ally 2 adalah monster emulasi. Berkat instruksi AVX-512 pada prosesor AMD-nya, emulasi konsol berat seperti PS3 (RPCS3) dan Nintendo Switch (Yuzu/Ryujinx) berjalan jauh lebih baik daripada pesaingnya yang berbasis Intel.
Anda bisa menjalankan sebagian besar game PS3 pada resolusi native dengan kecepatan penuh. Untuk emulasi yang lebih ringan seperti PS2 atau GameCube, Anda bahkan bisa menggunakan mode daya rendah (10W) untuk menghemat baterai sambil tetap mendapatkan visual yang di-upscale ke 1080p.
Manajemen Termal dan Kebisingan Kipas
Salah satu kritik terhadap generasi pertama adalah panas yang terkadang mengganggu kenyamanan tangan. Dalam review ASUS ROG Ally 2 performance test ini, kami mencatat bahwa ASUS telah mendesain ulang sistem pendinginan. Penggunaan kipas ganda dengan bantalan fluida dinamis membuat perangkat tetap dingin tanpa suara bising yang mengganggu.
Suhu maksimal pada area APU tercatat sekitar 75-80 derajat Celcius saat beban penuh di mode Turbo. Yang paling penting, titik-titik kontak tangan (grip) tetap dingin, sehingga sesi bermain yang lama tidak akan membuat tangan berkeringat secara berlebihan.
Daya Tahan Baterai dalam Berbagai Mode
Performa hebat tidak ada artinya jika baterai habis dalam sekejap. ASUS ROG Ally 2 membawa peningkatan kapasitas baterai yang signifikan (hingga 80Wh pada model tertentu). Berikut adalah perkiraan daya tahan berdasarkan penggunaan nyata:
- Mode Turbo (30W): Sekitar 1.5 – 2 jam (Game AAA Berat)
- Mode Performance (15W): Sekitar 3 – 4 jam (Game Indie/Mainstream)
- Mode Silent (9W): Hingga 6-7 jam (Video Playback / Game Retro)
- Web Browsing: Sekitar 8-10 jam
Perbandingan dengan Steam Deck dan Legion Go
Dalam ekosistem teknologi, perbandingan adalah hal yang mutlak. Dibandingkan dengan Steam Deck OLED, ROG Ally 2 unggul jauh dalam hal performa murni dan kompatibilitas game berkat Windows 11. Namun, Steam Deck masih memegang keunggulan dalam hal optimasi software dan efisiensi pada daya rendah (di bawah 10W).
Jika dibandingkan dengan Lenovo Legion Go, ROG Ally 2 terasa lebih ergonomis dan ringan. Meskipun Legion Go memiliki layar yang lebih besar, performa per millimeter persegi pada ROG Ally 2 terasa lebih matang, terutama berkat software Armoury Crate SE yang terus diperbarui oleh ASUS.
Kesimpulan: Apakah Layak Dibeli?
Berdasarkan review ASUS ROG Ally 2 performance test yang kami lakukan, perangkat ini adalah standar baru untuk handheld gaming berbasis Windows. Ia menawarkan keseimbangan yang hampir sempurna antara kekuatan mentah, kualitas layar, dan ergonomi.
Kelebihan:
- Performa CPU dan GPU terbaik di kelasnya.
- Layar 120Hz dengan VRR yang sangat responsif.
- Peningkatan kapasitas RAM dan baterai yang signifikan.
- Ekosistem Windows yang mendukung semua launcher game (Game Pass, Steam, Epic).
Kekurangan:
- Harga yang masih premium.
- Windows 11 terkadang masih terasa kaku untuk navigasi layar sentuh tanpa keyboard.
Jika Anda mencari perangkat yang bisa memainkan game apa pun di mana saja dengan kualitas visual yang memukau, ASUS ROG Ally 2 adalah jawabannya. Pastikan Anda selalu memperbarui driver dan BIOS melalui aplikasi MyASUS untuk mendapatkan stabilitas maksimal.
Catatan: Hasil performa dapat bervariasi tergantung pada versi BIOS dan kondisi suhu ruangan saat pengujian dilakukan.